Syarat Utama Menjadi Pendonor Darah di PMI yang Wajib Diketahui

Admin_pmibali/ Januari 15, 2026/ PMI

Untuk memastikan kualitas darah yang akan didistribusikan kepada pasien tetap terjaga, Palang Merah Indonesia menetapkan standar yang ketat bagi setiap relawan. Memahami syarat menjadi pendonor adalah langkah pertama sebelum Anda memutuskan untuk datang ke gerai donor darah atau mobil unit PMI. Hal ini bertujuan untuk melindungi kesehatan pendonor agar tidak jatuh sakit setelah pengambilan darah, sekaligus melindungi resipien dari potensi penularan penyakit melalui transfusi darah. Donor darah adalah proses yang mengutamakan keamanan dan sterilitas di setiap tahapannya.

Kriteria paling dasar berkaitan dengan usia dan berat badan. Secara umum, seseorang diperbolehkan melakukan donor darah jika telah berusia minimal 17 tahun hingga maksimal 60 tahun (atau 65 tahun bagi pendonor rutin). Berat badan minimal yang diwajibkan adalah 45 kilogram. Angka ini ditetapkan karena volume darah yang diambil harus proporsional dengan total volume darah dalam tubuh agar tidak mengganggu fungsi fisiologis pendonor. Selain itu, syarat menjadi pendonor yang tak kalah penting adalah kondisi tekanan darah yang stabil, yaitu sistole antara 100-170 dan diastole 70-100 mmHg.

Kadar hemoglobin (Hb) juga menjadi indikator vital dalam seleksi ini. Nilai Hb yang normal untuk mendonorkan darah berkisar antara 12,5 hingga 17,0 g/dL. Jika kadar Hb terlalu rendah, Anda akan disarankan untuk memperbaiki pola makan terlebih dahulu agar tidak mengalami anemia setelah proses donor darah. Selain itu, calon pendonor tidak boleh sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik dalam kurun waktu 3-5 hari sebelum donor, serta tidak memiliki riwayat penyakit menular yang berbahaya. Memenuhi semua syarat menjadi pendonor akan menjamin proses berjalan lancar tanpa hambatan medis.

Gaya hidup juga sangat memengaruhi kelayakan seseorang. Calon pendonor diharapkan tidak melakukan tato atau tindik dalam kurun waktu satu tahun terakhir untuk menghindari risiko infeksi laten. Selain itu, bagi wanita, tidak diperbolehkan melakukan donor darah saat sedang hamil atau menyusui. Jika Anda sedang dalam masa menstruasi, biasanya petugas akan melihat kondisi fisik dan kadar Hb terlebih dahulu sebelum memberikan izin. Dengan mengikuti panduan mengenai syarat menjadi pendonor ini, Anda sudah membantu PMI dalam menyaring kualitas darah yang terbaik bagi mereka yang membutuhkan.

Kesimpulannya, meskipun keinginan untuk menolong sangat besar, kepatuhan terhadap prosedur medis tetap menjadi prioritas utama. Dengan memahami dan memenuhi setiap syarat menjadi pendonor, Anda telah menunjukkan tanggung jawab yang besar sebagai relawan kemanusiaan. Persiapkan diri Anda, jaga pola makan, dan pastikan istirahat cukup sebelum berangkat ke lokasi donor darah untuk memberikan kontribusi nyata bagi kesehatan sesama.

Share this Post