Posisi Drop Cover Hold On Saat Gempa Di Gedung Tinggi

Admin_pmibali/ Oktober 2, 2026/ Berita

Guncangan gempa bumi yang terjadi saat berada di dalam bangunan berlantai tinggi memerlukan tindakan penyelamatan diri yang terencana dan cepat. Seperti pertolongan tangan tersiram minyak panas yang butuh kepanikan terkontrol, menghadapi guncangan gempa juga menuntut ketenangan mental yang tinggi. Menguasai langkah posisi Drop Cover Hold On merupakan standar penyelamatan diri paling efektif untuk melindungi tubuh dari bahaya kejatuhan material.

Ketika guncangan gempa mulai terasa, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah Drop yaitu segera menjatuhkan posisi tubuh berlutut ke lantai. Posisi berlutut ini mencegah Anda terjatuh akibat goncangan keras lantai sekaligus mempertahankan keseimbangan tubuh untuk bergerak mencari perlindungan. Menerapkan tahap Drop Cover Hold On sejak detik awal guncangan meminimalkan risiko cedera parah akibat terlempar atau tertimpa benda berat.

Langkah kedua adalah Cover yaitu melindungi bagian kepala dan leher dengan cara berlindung di bawah meja kantor yang kokoh dan kuat. Jika tidak ada meja di sekitar Anda, lindungi kepala menggunakan tas atau kedua tangan sembari merapat pada dinding dalam bangunan. Prosedur penyesuaian posisi Drop Cover Hold On ini fokus mengamankan organ vital dari bahaya jatuhnya pecahan kaca atau plafon.

Langkah ketiga adalah Hold On yaitu memegang erat kaki meja perlindungan hingga guncangan gempa benar-benar berhenti secara total. Ikuti pergerakan meja jika bergeser akibat guncangan lantai agar posisi tubuh Anda tetap berada dalam zona perlindungan aman di bawahnya. Menjalankan tahapan Drop Cover Hold On secara disiplin terbukti menghindarkan penghuni gedung dari ancaman benturan fatal reruntuhan.

Hindari penggunaan lift atau tangga darurat saat guncangan gempa masih berlangsung keras untuk mencegah risiko terjebak atau terinjak-injak kepanikan massa. Tetap berada di dalam ruangan hingga kondisi benar-benar aman sebelum berjalan keluar mengikuti petunjuk alur evakuasi darurat gedung tinggi. Kewaspadaan dan kepatuhan pada arahan petugas keselamatan mempermudah alur evakuasi menuju titik kumpul luar ruangan.

Edukasi dan simulasi bencana yang dilakukan secara berkala membangun refleks penyelamatan diri yang cepat bagi seluruh penghuni bangunan bertingkat. Pengetahuan mendasar mengenai mitigasi bencana mengurangi dampak korban jiwa saat terjadi gempa bumi yang datang tanpa peringatan. Ketenangan bertindak dan penguasaan teknik keselamatan menjadi kunci utama bertahan hidup dalam situasi darurat.

Share this Post