Panduan Praktis: Cara PMI Memberikan Pertolongan di Lapangan

Admin_pmibali/ Juli 23, 2025/ PMI

Palang Merah Indonesia (PMI) dikenal luas karena kesigapannya dalam memberikan pertolongan di berbagai situasi darurat. Untuk memastikan efektivitas dan keamanan, PMI selalu berpegang pada sebuah Panduan Praktis yang telah teruji, memastikan setiap tindakan pertolongan dilakukan secara sistematis dan sesuai standar internasional. Relawan PMI dilatih secara intensif untuk menghadapi berbagai skenario, mulai dari kecelakaan kecil hingga bencana berskala besar, dengan fokus pada kecepatan dan ketepatan respons.

Prinsip dasar dalam Panduan Praktis PMI saat di lapangan adalah “DASA” (Danger, Area, Scene, Approach). Pertama, memastikan Danger (bahaya) di sekitar lokasi kejadian telah diatasi atau aman bagi penolong. Kedua, mengidentifikasi Area (area) yang terdampak dan potensi risikonya. Ketiga, menilai Scene (kejadian) untuk memahami jenis insiden dan jumlah korban. Keempat, Approach (mendekati) korban dengan hati-hati setelah semua aspek keamanan terpenuhi. Setelah DASA dipenuhi, relawan akan segera melakukan pemeriksaan kondisi korban, memberikan pertolongan pertama sesuai jenis cedera, dan memastikan korban stabil sebelum dievakuasi lebih lanjut.

Sebagai contoh konkret, pada insiden tanah longsor yang terjadi di suatu wilayah pegunungan pada hari Jumat, 10 Mei 2024, pukul 10.00 pagi, tim respons cepat PMI setempat segera diterjunkan. Dalam situasi sulit tersebut, relawan PMI mengimplementasikan Panduan Praktis mereka dengan sigap. Mereka pertama-tama berkoordinasi dengan tim SAR dan kepolisian dari Polsek setempat untuk memastikan area aman dari longsor susulan. Setelah itu, tim melakukan penyisiran dan berhasil menemukan tiga korban yang tertimbun. Dengan teknik evakuasi yang terlatih, korban berhasil dievakuasi ke posko medis darurat yang didirikan PMI, menerima perawatan awal, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Panduan Praktis ini tidak hanya diajarkan kepada relawan, tetapi juga menjadi dasar dalam setiap pelatihan pertolongan pertama yang diberikan PMI kepada masyarakat. Dengan demikian, pengetahuan dan keterampilan vital ini dapat tersebar luas, menciptakan lebih banyak individu yang siap bertindak sebagai penolong pertama. PMI percaya bahwa dengan panduan yang jelas dan latihan yang berkesinambungan, efektivitas pertolongan dapat ditingkatkan secara signifikan, menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mengurangi dampak penderitaan.

Share this Post