Panduan PMI Bali: Cara Menangani Sengatan Hewan Laut saat Berwisata di Pantai

Admin_pmibali/ Desember 29, 2025/ Berita

Keindahan pantai di Bali selalu menjadi magnet bagi jutaan wisatawan setiap tahunnya. Namun, di balik jernihnya air laut dan pasir putih yang memukau, terdapat ekosistem laut yang sangat beragam, termasuk beberapa spesies yang memiliki mekanisme pertahanan diri berupa sengatan. Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bali sering kali menerima laporan mengenai insiden medis ringan hingga sedang yang dialami wisatawan akibat kontak dengan biota laut. Oleh karena itu, memahami Cara Menangani kecelakaan kecil di air menjadi bekal penting agar agenda liburan Anda tetap aman dan menyenangkan.

Sengatan ubur-ubur merupakan insiden yang paling sering terjadi di perairan Bali, terutama pada musim-musim tertentu. Menurut panduan dari PMI Bali, langkah pertama yang paling krusial adalah jangan panik. Kepanikan sering kali membuat detak jantung meningkat, yang justru dapat mempercepat penyebaran racun di dalam aliran darah. Jika Anda atau rekan Anda tersengat, segera keluar dari air dan cari bantuan petugas penjaga pantai atau pos medis terdekat. Hindari membasuh luka dengan air tawar karena hal ini justru dapat memicu sel penyengat (nematosista) yang masih menempel di kulit untuk melepaskan lebih banyak racun.

Metode pertolongan pertama yang direkomendasikan adalah dengan membilas area yang tersengat menggunakan air laut atau cuka (asam asetat). Cuka terbukti efektif untuk menonaktifkan sel penyengat pada beberapa jenis ubur-ubur yang ada di perairan Indonesia. Setelah itu, jika masih ada tentakel yang menempel, lepaskan Cara Menangani hati-hati menggunakan pinset atau benda datar seperti kartu kredit, jangan menggunakan tangan telanjang. Penanganan yang tepat dalam menit-menit awal sangat menentukan tingkat keparahan iritasi kulit yang muncul. Oleh karena itu, para pelaku industri wisata di Bali juga sangat disarankan untuk selalu menyediakan stok cuka di area pantai.

Selain ubur-ubur, wisatawan juga harus waspada terhadap bulu babi yang sering bersembunyi di sela-sela terumbu karang. Jika Anda tidak sengaja menginjak bulu babi, duri yang masuk ke dalam kulit harus segera dievakuasi. Salah satu cara tradisional namun efektif yang sering disarankan adalah dengan merendam bagian yang tertusuk di dalam air hangat untuk membantu melunakkan duri dan mengurangi rasa sakit. Hindari memukul-mukul bagian yang tertusuk karena duri bulu babi sangat rapuh dan mudah patah di dalam daging, yang justru dapat memicu infeksi atau abses di kemudian hari.

Share this Post