Cegah Banjir, PU-PR Siap Bangun 20 Sabo Dam di Ternate

Admin_pmibali/ Mei 28, 2025/ Bencana, Berita

Kota Ternate, Maluku Utara, yang sering dilanda banjir dan tanah longsor akibat intensitas hujan tinggi dan kondisi geografis berbukit, akan mendapatkan solusi jangka panjang. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara menyatakan kesiapannya untuk membangun 20 sabo dam di sekitar gunung api Gamalama. Proyek ambisius ini bertujuan utama untuk mencegah banjir dan mitigasi bencana hidrometeorologi.

Sabo dam adalah jenis bendungan pengendali sedimen yang dirancang khusus untuk menahan laju aliran material vulkanik seperti pasir, kerikil, dan bebatuan besar saat terjadi banjir lahar dingin atau aliran permukaan yang deras. Kehadiran 20 sabo dam ini diharapkan mampu mengurangi dampak erosi dan sedimentasi yang selama ini menjadi penyebab utama banjir bandang di Ternate.

Pembangunan sabo dam ini merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana yang lebih luas di Ternate. Mengingat Ternate berada di kaki gunung Gamalama yang aktif, risiko banjir lahar dingin dan longsor sangat tinggi. Dengan adanya sabo dam, aliran material padat dari hulu dapat tertahan, sehingga air yang mengalir ke permukiman penduduk menjadi lebih bersih dan volumenya terkontrol.

Menurut Kepala BWS Maluku Utara, Denny Irawan, lokasi pembangunan 20 sabo dam ini telah diidentifikasi berdasarkan kajian teknis dan pemetaan wilayah rawan bencana. Prioritas diberikan pada jalur-jalur sungai dan lembah yang menjadi hotspot aliran sedimen saat hujan deras. Perencanaan matang ini diharapkan memastikan efektivitas sabo dam dalam melindungi warga.

Proyek ini juga diharapkan dapat melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal. Edukasi mengenai fungsi sabo dam dan pentingnya menjaga lingkungan sekitar akan terus digalakkan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya mitigasi bencana adalah kunci keberhasilan jangka panjang dari setiap infrastruktur penanganan bencana yang dibangun pemerintah.

Selain pembangunan sabo dam, Kementerian PUPR juga mengarahkan agar program ini diintegrasikan dengan upaya rehabilitasi lahan dan penanaman pohon di hulu sungai. Vegetasi yang rapat akan membantu menahan erosi tanah dan memperlambat laju aliran air, sehingga memberikan perlindungan ganda terhadap ancaman banjir dan longsor di wilayah Ternate.

Share this Post